Beliau adalah Abu Al-Hasan Ali bin Ism’il bin Ishaq bin Saalim bin
Isma’il bin Abdillah bin Musa bin Abi Burdah bin Abu Musa Al-Asy’ari. Beliau lahir pada tahun 260 H di Bashrah, ada yang mengatakan lahir
pada tahun 270 H. Beliau wafat pada tahun 324 H, ada yang mengatakan
wafat di tahun 333 H, ada juga yang mengatakan wafat pada tahun 330 H.
Meninggal di kota Baghdad dan disemayamkan di pemakaman antara Al-Karkh
dan pintu masuk Bashrah.
Beliau datang dari kampungnya menuju ke kota Baghdad untuk belajar
dan menuntut ilmu, beliau belajar hadits kepada Al-Hafidz Zakaria bin
Yahya As-Saaji, dimana beliau adalah salah satu Imam ahli hadits dan
fikih di zamannya.


Beliau juga belajar kepada Abu Khalifah Al-Jamhi, Sahl bin Sarh,
Muhammad bin Ya’kub Al-Muqri, Abdurrahman bin Khalaf Al-Bashriyin.
Beliau bahkan banyak meriwayatkan hadits-hadits dalam kitab tafsirnya
dari jalur mereka, yaitu dalam kitab Al-Mukhtazan. Adapun ilmu kalam
beliau banyak belajar kepada Abu Ali Al-Jabba’i seorang tokoh terkemuka
dalam sekte Mu’tazilah.
Sejatinya beliau adalah seorang sunni dan dari keluarga sunni, namun
setelah beliau belajar ilmu kalam dari Abu Ali Al-Jabba’i, beliau
terpengaruh dan menjadi pengikut mu’tazilah. Setelah berlalunya masa,
beliau bertaubat dan naik ke atas mimbar di Masjid Jami’ di kota Bashrah
pada hari jumat sembari berbicara dengan nada tinggi, “Siapa yang
mengenalku, maka ia telah mengenalku, dan siapa yang tidak mengenalku,
maka aku perkenalkan diriku di sini, aku adalah fulan bin fulan, dulu
aku berpendapat bahwa al-Qur’an adalah makhluk, Allah tidak bisa dilihat
oleh kasat mata, dan perbuatan-perbuatan buruk akulah yang
menciptakannya. Sekarang aku bertaubat dengan sebenar-benarnya, aku
bertekad untuk membantah orang-orang Mu’tazilah, dan akan menyingkap
keburukan, penyimpangan dan cela yang mereka miliki.”
Dikisahkan bahwa tatkala beliau telah menguasai ilmu kalam di
kalangan sekte Mu’tazilah, beliau pernah menyampaikan beberapa
pertanyaan kepada gurunya saat belajar, namun dirinya tidak mendapatkan
jawaban yang lengkap dan memuaskan. Akhirnya beliau merasa bingung dan
bimbang.
Beliau mengisahkan, “Pada suatu malam terlintas dalam hatiku terkait
masalah akidah yang masih membuatku bingung. Lantas aku pun bangun dan
mengerjakan shalat dua rekaat, berdoa kepada Allah agar memberiku
petunjuk ke jalan yang lurus. Setelah itu aku kembali tidur, aku pun
bermimpi bertemu Rasulullah, lalu aku sampaikan hal-hal yang sedang
menimpaku. Rasulullah bersabda kepadaku, “Hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku.”
Aku pun kaget dan terbangun dari tidurnya.. setelah itu aku cocokan
masalah-masalah yang ada dalam ilmu kalam dengan apa yang ada dalam
al-Qur’an dan as-Sunnah. Yang sesuai dengan keduanya tetap aku pegang
teguh, adapun yang bertentangan aku tinggalkan.”
Al-Khatib Al-Baghdadi mengatakan dalam kitab Tarikhnya halaman 346, “Abu
Hasan Al-Asy’ari yang merupakan ahli kalam adalah seorang penulis yang
banyak menulis buku untuk membantah orang-orang yang menyimpang dari
sekte Mu’tazilah, Rafidhah, Jahmiyah, Khawarij dan semua
kelompok-kelompok ahli bid’ah.”
Imam Abu Hasan Al-Asy’ari memiliki karya ilmiah, bahkan ada yang
mengatakan bahwa beliau telah menulis sekitar 50 buku, dan ada yang
menyebutkan lebih dari itu. Di antara karya-karya beliau ialah:
1. Idhahul Burhan Fi Ar-Radd ‘Ala Ahli Az-Zaigh Wa At-Tughyan2. Tafsir Al-Qur’an, ia adalah kitab yang lengkap
3. Ar-Raddu ‘Ala Ibni Ar-Rawandi Fi Ash-Shifat Wa Al-Qur’an
4. Al-Fushul Fi Ar-Radd ‘Ala Mulhidin Wa Al-Kharijin ‘Anil Millah
5. Al-Qami Li Kitab Al-Khalidi Fi Al-Iradah
6. Kitab Al-Ijtihad Fi Al-Ahkam
7. Kitab Al-Akhbar Wa Tashhihuha
8. Taba Al-Idraak Fi Funun Min Lathifil Kalam
9. Kitab Al-Imamah
10. At-Tabyiin ‘An Ushuludin
11. Asy-Syarh Wa Tafsil Fi Ar-Radd ‘Ala Ahli Al-Ifki Wa At-Tadhlil
12. Al-’Amdu Fi Ar-Ru’yah
13. Kitab Al-Mujiz
14. Kitab Khalqil A’mal
15. Kitba Ash-Shifat
16. Kitab Ar-Radd Ala Al-Mujasimah
17. Al-Lam’u Fi Ar-Radd Ala Ahli Az-Zaigh Wa Al-Bida’
18. An-Naqdhu Ala Al-Jibai’
19. An-Naqdhu Ala Al-Balakhi
20. Jumal Makalaat Al-Mulhidin
21. Kitab Fi Ash-Shifat
22. Adab Al-Jadal
23. Al-Funun Fi Ar-Radd Ala Al-Mulhidin
24. An-Nawadir Fi Daqaiqil Kalam
25. Jawazu Ru’yatillah Bi Al-Abshar
Sumber : alsofwa.com
09:06:00
Tags :
Cerita orang sholeh
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments